Tentang Kami

Tentang Kami

Gereja POUK Wawondula


Sejarah Berdiri

SEJARAH BERDIRI PERSEKUTUAN OIKOUMENE UMAT KRISTEN [POUK] 

JEMAAT WAWONDULA

Sejarah lahirnya Persekutuan Oikumene Umat Kristen (POUK),sangat erat kaitannya dengan kehadiran sebuah perusahaan asing yakni :PT. Internasional Nickel Indonesia (PT. INCO),yang melakukan proyek penambangan di wilayah Sorowako.

Dengan adanya operasi pertambangan nickel berskala Internasional di wilayah tersebut, maka secara spontan diikuti pula oleh gerakan Urbanisasi atau perpindahan penduduk angkatan kerja dari daerah lain menuju ke wilayah Soroako.

Sesuai data yang ada. Kampung Soroako di pinggiran Danau Matano di tengah hutan belantara wilayah pegunungan Verbek itu di padati dengan ribuan tenaga kerja yang mencapai puncaknya pada tahun 1971 sampai dengan 1975 jumlah tenaga kerja yang ada di Soroako mencapai 11.000 orang termasuk tenaga kerja asing.

Di sela – sela hiruk pikuknya kegiatan pekerjaan maka orang-orang Kristen yang ada saat itu mulai mencari dan merindudkan adanya pelayanan rohani, dan dengan disponsori oleh beberapa orang mereka secara bahu membahu mendirikan sebuah bangunan sementara untuk ditempati berkumpul beribadah pada hari Minggu. Dan pada kesempatan yang sama mereka juga membentuk pengurus untuk mengurusi pelayanan ibadah hari Minggu.

Tanggal dan bulan yang tepat mengenai lahirnya POUK di daerah ini sudah tidak ada yang ingat lagi, namun menurut catatan yang pasti bahwa tahun 1971 berdirilah sebuah Gedung Gereja darurat atau bangunan sementara dengan papan nama “Jemaat Oikoumene”

 Sejalan dengan perkembangan pemukiman Karyawan,maka tahun 1976 PT Inco mulai mulai memindahkan sebagian karyawan  ke lokasi pemukiman baru yaitu Wawondula dan Wasuponda. Dengan perpindahan tersebut maka pada tanggal 28 maret 1976 berdirilah sebuah jemaat oikoumene di lokasi pemukiman Wawondula dengan nama ”Jemaat Oikoumene Wawomdula”. Kebaktian pembukaan dipimpin oleh Pdt. M. Papasi.STh (beliau adalah pendeta dari GKST yang saat itu sedang ditugaskan di POUK SOROAKO sebagai pendeta Jemaat, berselang beberapa bulan kemudian pada Thn 1976, berdirilah sebua jemat Oikoumene di Wasuponda, juga dengan nama ”Jemaat Oikoumene Wasuponda”.Dengan demikian maka sejak itu POUK yang tadinya hanya satu di yaitu POUK SOROAKO, berkembang menjadi tiga jemaat, yang sampai saat ini kita kenal dengan nama “POUK SOROWAKO,POUK WAWONDULA,dan POUK WASUPONDA”.

Ketiga jemaat POUK tersebut berada dalam satu wadah organisasi yang kita kenal yaitu “ SEKERTARIAT BERSAMA( SEKBER), melalui wadah inilah tata cara pelayanan  digodok dan proses penempatan tenaga pelayan ( Pendeta ) maupun kerjasama dengan Lembaga gereja yang ada dengan difasilitasi oleh MPH PGI wilayah Sulselbara ( sulawesi selatan, tengah dan barat ).

Latar belakang dan Potensi.

Pertama-tama yang harus digaris bawahi adalah pemahaman dan keyakinan bahwa pertumbuhan dan perkembangan POUK di wilayah Sulselbara, adalah ditentukan  oleh karya roh kudus, namun kiranya tidaklah berlebihan dan tidak dapat disangkali bahwa dengan kehadiran PT Inco, juga telah turut berperan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan Jemaat POUK di kawasan Soroako dan sekitarnya.

Pada umumnya Warga jemaat di ketiga wilayah bekerja sebagai Karyawan PT Inco, dan sebagian sebagai pegawai negeri sipil, petani dan wiraswasta. Latar belakang tingkat pendidikan warga jemaat saat itu sangat bervariasi, mulai dari jenjang pendidikan tingkat SD sampai sarjana ( SD,SMP dan Sarjana), namun pada umumnya adalah tingkat menengah ( SLA).

Salah satu ciri khusus yang melatar belakangi POUK adalah Ciri kemajemukannya baik ditinjau dari sudut pandang Suku, Budaya,Bahasa,Adat istiadat daerah, maupun latar belakang Gereja asal. Keanggotaan POUK saat ini, terdiri dari beberapa denominasi Gereja,Suku maupun Daearah, diantaranya : Gereja Toraja (GETOR),Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST),Gereja Toraja Mamasa(GTM),Gereja Protestan Indonesia Luwu(GPIL),Gereja Kristen Sulawesi Selatan (GKSS),Huria Kristen Batak Protestan(HKBP),Gereja Masehi Injili Minahasa(GMIS),Gereja Kristen Sulewesi Tenggara(GEPSULTRA), dan sebahagian lagi dari gereja aliran pantekosta, Kibaid dan Katolik.

Dengan berbagai latar belakang tersebut diatas,maka POUK dapat dikatakan telah dan sedang bertumbuh dalam kebersamaan yang harmonis dengan pemahaman yang semakain mendalam akan arti Keesaan Gereja dan dan keindahan kesatuan dalam Kristus.

Pengalaman kebersamaan POUK dalam berjemaat semakin membuka cakrawala pemahaman  bahwa kepelbagaian kita patut dihargai dan disyukuri kepada Tuhan, bahkan diterima sebagai  sebuah potensi atau kekakyaan yang begitu berharga untuk meningkatkan pelayanan bersama. Dan hal ini tentu harus selalu berada  dalam kerangka menuju perwujudan gereja Kristen yang Esa di bumi Indonesia.

Salah satu aspek penting yang perlu dicatat bahwa seiring dengan perkembangan PT.Inco dan pendekatan pelayanan pemerintah dalam kurun waktu yang sangat panjang (+30 thn), 

Perkembangan Organisasi

Seperti telah diutarakan pada awalny,bahwa dengan adanya perubahan dan perkembangan yang begitu pesat, maka sejalan dengan itu POUK harus berbenah diri dalam menata Tata Dasar sebagai suatu pedoman kerja dalam mengatur pelayanan dan pembinaan jemaat.

Mengacuh kepada tata dasar yang konseptual dengan corak Presbiteral, maka dalam hal ini Majelis Jemaat mempunyai kewibawaan dalam mengambil keputusan menyangkut pelayanan dan pembinaan jemaat, termasuk masalah masalah yang menyangkut Hukum dan Tata Gereja.

Penerapan aturan yang berkaitan Hukum dan Tata Gereja ini, ialah dengan menerapkan atau memberlakukan Tata gereja protestan ( Denominasi Gereja Mana Saja ), yang tergabung dalam Persekutuan Gereja Indonesia (PGI),dengan pertimbangan sejauh aturan itu sesuai dengan kondisi jemaat /dapat diteima dan tidak menimbulkan masalah dalam POUK.

Secara organisatoris, hubungan POUK Soroako, Pouk Wawondula dan Pouk Wasuponda, dikoordinasikan dan diatur dalam satu wadah  yang dibentuk bersama yang dikenal dengan nama” Sekertariat bersama POUK Soroako, Wawondula dan Wasuponda” disingkat dengan nama “ SEKBER SOROAKO”.

Dalam wadah inilah segala sesuatu yang ada kaitannya dengan pelayanan didiskusikan dan disusun termasuk tata dasar  sebagai pedoman bersama dalam melakukan baik kedalam maupun keluar.

Sekber Soroako, selain mengatur pelayanan bersama ketiga POUK yang ada di Luwu Timur, juga merupakan wadah bersama  dalam hubungan dengan organisasi masyarakat lainnya, termasuk hubungan dengan organisasi Persekutuan  Gereja Indonesia (PGI),wilayah sulselbara dan dengan pemerintah.

Selain sekber soroako, masih ada dua sekber lainnya yang ada di Sulawesi Selatan yakni :

  1. Sekber Dirgantara
  2. Sekber Tonasa

Kedua sekber tersebut berkedudukan di Makassar.

Sekber Dirgantara dan Sekber Tonasa masing-masing terdiri dari tiga jemaat, diantaranya : POUK Dirgantara,POUK Lahairoi,POUK Biring Ere,POUK Kanaan,POUK Riorita,dan Pouk Tonasa.

Ketiga sekber tersebut (Sekber soroako, Sekber Dirgantara, Sekber Tonasa), berada di bawah naungan Persekutuan Gereja Indonesia(PGI), wilayah Sulselbara.

Demikian informasi tentang sejarah berdirinya Persekutuan Oikoumene Umat Kristen( POUK),di Sulawesi Selatan, khususnya di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur. Tuhan Memberkati.